Chandraherdito's Blog


Resensi
May 22, 2012, 5:03 pm
Filed under: Uncategorized

Pendahuluan

Buku Diantara Kebahagian, Cinta, dan Perselingkuhan ini merupakan sebuah buku hasil karya seni Kahitna. Melalui buku Diantara Kebahagian, Cinta, dan Perselingkuhan ini Kahitna ingin mempersambahkan sebuah karya bagi penggemarnya meneguhkan bahwa mereka merupakan salah satu band terbaik yang dimiliki negeri ini karena dapat bertahan selama 25 tahun di dunia permusikan Indonesia. Buku ini sendiri terdiri ditulis oleh beberapa personil dan teman-teman Kahitna. Buku Diantara Kebahagiaan, Cinta, dan Perselingkuhan berisikan 25 cerita pendek (cerpen) dengan seluruhnya merupakan judul lagu hits dari kahitna. Cerita-cerita yang tertulis di buku ini ditulis oleh beberapa personil kahitna, antara lain: Yovie Widianto, Hedi Yunus, Carlos Saba dan Mario Ginanjar yang merupakan personil terbarunya serta teman-teman kahitna yang lain.

Ringkasan Buku

Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan adalah sebuah kumpulan cerita pendek (cerpen) bertema cinta yang sebagian besar digali dari pengalaman serta kenangan – kenangan banyak orang yang terinspirasi oleh lagu-lagu KAHITNA. Isi ceritanya tak lepas dari lagu-lagu KAHITNA. Bahkan judul setiap cerpen nya persis sama dengan judul hits-hits cinta KAHITNA seperti Aku Dirimu Dirinya, Tak Sebebas Merpati, Sampai Nanti, Batal Suka, Takkan Terganti, Untukku dan lain-lain. sinopsis singkat beberapa cerita dalam buku tersebut. Aku, Dirimu, Dirinya. Inilah cerpen pembuka buku ini. Cerita Kunto Wibisono ini mengambil suasana pernikahan.Tanpa bertele-bertele cerpen ini mengisahkan seorang laki-laki yang menghadiri pernikahan wanita bernama Maharani, sosok yang sesungguhnya masih bertahta dalam hatinya. Setting utama cerita ini sangat sederhana, yakni “hanya” di dalam antrian tamu menunggu kesempatan menyalami pengantin. Dalam masa-masa itulah tokoh utama, melalu narasi Kunto, berusaha membawa pembaca ke dalam sejarah cintanya bersama Maharani. Tidak terlalu njlimet, tapi cukup bisa menggambarkan perasaan tokoh utama tersebut hingga akhirnya tiba baginya menyalami Maharani di mimbar pengantin. Sebuah ucapan dia tinggalkan pada wanita itu. “Selamat ya, Maharani”. Cerita ini memang agak berbeda dengan skenario dalam versi lagunya. Akan tetapi benang merahnya tetaplah sama yaitu sebuah pesan tentang ketegaran menerima “takdir” dengan tetap percaya bahwa “Cinta Tak Pernah Salah”.

Komentar salah satu Penulis

Buku ini menggambarkan dengan berbeda dalamnya lirik-lirik Kahitna. sederhana tapi cukup dalam. untuk dapat merasakannya silakan langsung membaca bukunya dan bagi anda penggemar kahita buku ini layak dibaca. Diantara Kebahagiaan, Cinta, dan Perselingkuhan 25 cerpen KAHITNA “Cinta tidak harus memiliki, namun aku ingin memilikimu cinta..” -Yovie Widianto-

Kesimpulan

Sebagai sebuah buku yang ditulis oleh orang-orang yang berlatar belakang bukan penulis, karya ini cukup menarik. Ringan dibaca dan dapat menjadi slide berjalan untuk lagu-lagu KAHITNA.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: